Kabar86.com, Palembang – Pengurus Pusat Silaturahmi Spiritual Keluarga Sriwijaya (SSKS) kembali bikin gebrakan. Kamis (1/10), dua advokat berpengalaman, A. Rizal, S.H. dan Eka Sulastri, S.H., resmi bergabung dan memperkuat barisan organisasi di Sekretariat SSKS jalan Mujahidin lorong Sarofal Anam 2 belakang Mushola Syakinah, Palembang.
Ketua Umum SSKS, Kgs. Syafrizal, yang dikenal publik sebagai “Mafia Paranormal”, menyambut langsung kedatangan keduanya. Ia didampingi Dewan Penasehat Ustadz Usman Markoni beserta jajaran pengurus pusat SSKS. Suasana pertemuan berlangsung hangat, akrab, dan penuh kekeluargaan.
Puluhan Tahun Berkecimpung di Meja Hijau
A. Rizal, S.H. dan Eka Sulastri, S.H. bukan nama baru di dunia hukum. Sejak 2008 hingga kini, keduanya aktif bergerak di bidang hukum, termasuk melayani masyarakat melalui Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di Pengadilan Negeri. Jam terbang mereka tinggi: berbagai perkara telah ditangani, mulai dari kasus narkoba hingga pembunuhan.
Mafia Paranormal tak menyembunyikan rasa bangganya atas bergabungnya dua praktisi hukum tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini keluarga besar SSKS kedatangan dua advokat hebat. Beliau-beliau ini bukan orang baru di pengadilan, kasusnya sudah banyak, dari narkoba sampai pembunuhan. Dengan bergabungnya Ibu Eka dan Pak Rizal, SSKS makin kuat, makin siap, dan makin tenang melangkah di Bumi Sriwijaya,” ujarnya.
Ia menegaskan, kehadiran tim hukum ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah nyata untuk memastikan SSKS tumbuh sebagai organisasi yang tertib, taat aturan, dan melindungi anggotanya.
Silaturahmi yang Menguatkan
Menurut Syafrizal, bergabungnya A. Rizal dan Eka Sulastri menjadi bukti bahwa SSKS terbuka bagi siapa saja yang ingin berkontribusi untuk masyarakat. Organisasi ini, katanya, tidak hanya menjaga warisan spiritual dan budaya, tetapi juga berkomitmen hadir lewat pendampingan hukum yang humanis.
Dengan dukungan tim hukum, SSKS diharapkan semakin solid dalam menjalankan program-programnya, sekaligus menjadi rumah yang aman bagi anggota dan masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Pertemuan ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama. Sebuah pesan tersirat dari Sekretariat SSKS hari itu: ketika spiritualitas dan hukum berjalan beriringan, organisasi bukan hanya kuat, tapi juga berwibawa.(Tim)




















